Text
Perubahan makna gion matsuri pada zaman modern
Jepang merupakan negara yang mempunyai dua sisi yang berbeda, yaitu modern dan tradisional. Meskipun sebagian besar kehidupan rakyat Jepang bisa dikatakan modern karena banyaknya kemudahan yang mereka peroleh dari adanya kemajuan teknologi, tetapi di sisi lain mereka masih memegang teguh tradisi budayanya yang bersifat tradisional, seperti matsuni. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengambil tema Gion Matsuri, yang saat ini masih dilestarikan oleh rakyat Kyoto. Pada awalnya, tujuan penyelenggaraan Gion matsuri adalah untuk memohon kepada para dewa agar rakyat Kyoto dan lahan pertanian mereka terhindar dari berbagai bencana selama musim panas berlangsung. Dahulu matsuri ini diselenggarakan dalam nuansa religius, tetapi saat ini telah berubah menjadi budaya popular berikut kemeriahannya sehingga Gion matsuri yang ada saat ini dapat dinikmati oleh wisatawan domestik ataupun mancanegara. Manfaat dari penulisan ini adalah penulis dapat mengetahui penyebab berubahnya suatu matsuri, seperti Gion matsuri karena adanya perubahan masyarakat dalam masyarakat Jepang itu sendiri. Rakyat Jepang yang dulunya merupakan masyarakat pertanian berubah menjadi masyarakat perkotaan pada zaman Modem.
(Dosen Pembimbing : Sandra Herdina, S.S., MAT )
| skr1130 | 291.38 BUD p | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain