Text
Etnis cina indonesia dalam politik politik etnis cina pontianak dan singkawang di era reformasi 1998-2008
Selama era Orde Baru keterlibatan kelompok Etnis Cina Indonesia (ECI) dalam politik dibatasi. Namun sejak awal era Reformasi 1998, kelompok ECI bebas untuk terlibat dalam politik sebagai pengurus parpol, anggota legislatif, dan kepala daerah. Ternyata mereka langsung berhasil siginifikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebab, dampak, dan respons kelompok etnis Melayu dan etnis Dayak serta pejabat Pemda atas keterlibatan kelompok ECI dalam politik di era Reformasi.
Kerangka teoretis yang digunakan terdiri dari teori utama yakni teori kekuasaan dari Charles Andrain dan Max Weber, teori integrasi dari Weiner dan Burhan Magenda, serta teori kelompok etnis dari Eriksen. Teori-teori tersebut turut didukung oleh teori konflik dari Maswadi Rauf dan Lipset.
Ada sejumlah temuan menarik. Pertama, perubahan sistem politik era Orba ke era Reformasi menjadi faktor penyebab utama keterlibatan ECI dalam politik. Kedua, membawa dampak signifikan atas perubahan politik internal ECI dari titik nol kekuasaan di era Orba, mencapai puncak kekuasaan politik di era Reformasi. Akibatnya etnis Melayu dan etnis Dayak terganggu kemapanan politiknya. Ketiga, respons beragam dari etnis Melayu, etnis Dayak, dan pejabat pemerintah daerah setempat yakni sebagai pulihnya hak politik ECI: dulu menguasai ekonomi sekarang menguasai politik juga; hati-hati terhadap ECI. menolak, mendukung, moderat; waspada atas keterlibatan ECI dalam politik
| 1314.077 | 320.951 ODE e | Tersedia | |
| 1314.182 | 320.951 ODE e | Tersedia | |
| 1314.251 | 320.951 ODE e | Tersedia | |
| 1415.138 | 320.951 ODE e | Tersedia | |
| 1415.139 | 320.951 ODE e | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain