Text
Pengaruh Kebudayaan Cina Terhadap Batik Jawa Pesisiran
Seni batik ternyata bukan hanya terkanal di Indonesia. Di negeri Cina melukis dengan lilin yang menggunakan canting pada sehelai kain putih yang kemudian dicelupkan ke dalam cairan warna, yang dikenal dengan istilah membatik, telah lama dikenal di negeri Cina. Kain batik yang dipakai untuk pakaian, selendang, las, taplak meja, seprei, tirai, dan benda-benda dekoratif lainnya pernah sangat popular di Cina Tengah dan Barat Daya pada jaman dinasti Han Baral (206 SM-24 M). Pengaruh budaya Cina yang diterapkan peda batik, menghasilkan batik yeng disebut Batik Cina. Batik Cina yang pertama-tama dibuat
mempunyai motif-motif yang mengambil ornamen binatang-binatang dari mites Cina. Dengan warna merah atau merah dan biru, dan berupa sarung, kain serta kain altar. Pada masa itu batik pesisiran berkembang dengan pesat, apalagi setelah teknik membatik diterapkan pada kain sutera, terutama oleh kaum Cina peranakan. Pada masa-masa awal perdagangan bangsa Cina dengan Indonesia, kain sutera yang dibawa oleh saudagar-saudagar dan pelaut khususnya yang datang dari daerah selatan daratan Cina telah menjadi produk yang sangat terkenal. Begitu pula dengan kain batik sutera yang kemudian menjadi tradisi kain batik pesisiran.
(Pembimbing : C Dewi H)
| skr00361 | 306.095 1 KUL p | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain