Text
Proses Pernikahan Pada Masyarakat Jepang Dan Masyarakat Jawa Timur Secara Buddha
Penelitian ini membahas sistem pernikahan pada masyarakat Jepang dan masyarakat Jawa Timur di Indonesia secara Buddha. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui, memahami, dan menganalisis persamaan dan perbedaan proses pernikahan pada masyarakat Jepang dan masyarakat Jawa Timur secara Buddha. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan, kemudian dianalisis untuk mendapatkan hasil analisis data dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum melakukan upacara pernikahan baik pernikahan pada masyarakat Jepang maupun masyarakat Jawa Timur, keduanya sama-sama memiliki prosesi yang dilakukan sebelum akad pernikahan dilakukan. Proses pernikahan pada masyarakat Jepang dan masyarakat Jawa timur keduanya samasama memiliki barang-barang yang diberikan oleh keluarga calon mempelai pria kepada keluarga calon mempelai wanita. Pada masyarakat Jepang biasanya disebut dengan yuinō-hin (結納品) dan yuinou-kin (結納金), sedangkan pada masyarakat Jawa Timur biasanya disebut dengan srah-srahan. Pernikahan secara Buddha pada masyarakat Jepang memiliki istilah khusus seperti hō-kane (報鐘), hōraku (奉楽) dan lain sebagiannya. Pernikahan secara Buddha pada masyarakat Jepang harus dilakukan di kuil (otera お寺), sedangkan pernikahan secara Buddha pada masyarakat Jawa Timur tidak harus dilakukan di Vihara.
Dosen Pembimbing : Tia Martia, M.Si.
| skr2324.014 | 306.81 ANW p | UPT Perpustakaan (SASTRA JEPANG) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain