Text
Pengembangan Surfaktan dan Polimer : Untuk Menaikkan Perolehan Minyak Bumi (Enhanced Oil Recovery)
Minyak yang tertinggal merupakan sasaran yang menarik untuk metode Enhanced Oil Recovery (EOR). EOR adalah proses untuk menaikkan perolehan minyak bumi menggunakan injeksi dari bahan kimia atau bahan lain yang dapat mengubah sifat fisis dari air dan minyak di dalam reservoir. Mekanisme recovery minyak bumi dalam reservoir dapat digolongkan menjadi tiga. Primary recovery, yaitu cara untuk memperoleh tambahan minyak bumi menggunakan kekuatan yang ada dalam reservoir. Surfaktan adalah suatu senyawa kimia yang mengandung gugus polar hidrofilik dan gugus nonpolar hidrofobik sekaligus sehingga dapat menyatukan campuran minyak dan air dengan cara menurunkan tegangan antarmuka. Surfaktan yang dikembangkan berasal dari lignin yang bersumber dari limbah pengolahan kelapa sawit. Lignin tersebut diisolasi dan direaksikan dengan natrium bisulfit NaHSO, untuk menjadi sodium ligno sulfonat (SLS). Dua tipe polimer yang dikembangkan di laboratorium, yaitu biopolymer (jenis polysaccharide) Xanthan Gum dan synthetic polymer Partially Hydrolyzed Polyacrilamide (HPAM). Untuk mengetahui apakah bahan polimer yang dikembangkan memenuhi persyaratan EOR maka dilakukan uji laboratorium sesuai dengan persyaratan formula surfaktan dari SKK Migas, antara lain: kompatibilitas harus jernih selama z 7 hari; phase behaviour merupakan tipe III (fase tengah); nilai inter facial tension minimum 10 dyne/cm; nilai stabilitas termal minimu m 10 ' dyne/cm selama 90 hari; nilai rasio filtrasi harus s 1,2; nilai bahan yang teradsorpsi harus s 400 pg/g; dan hasil pendesakan minyak nilai recovery factor (RF) harus > 100/0001P. Bahan kimia yang dikembangkan di laboratorium dapat memenuhi persyaratantersebut setelan dilakukan modifikasi.
| 2324.52 | 333.82 PEN | UPT Perpustakaan (300) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain