Text
Dasar-Dasar Manajemen Kinerja (Performance Management Fundamental)
Konsep manajemen kinerja (performance management), didahului oleh konsep manajemen berdasar sasaran (management by objective) dan konsep manajemen kualitas total (total quality management). Management by objective atau manajemen berdasar sasaran memberikan saran atau arahan manajerial bahwa seorang manajer seharusnya memberikan mandat kepada bawahannya berbentuk sasaran kuantitatif, sehingga pertanggungjawaban dan prestasi bawahan bisa dengan mudah dihitung. Konsep total quality management (manajemen kualitas total) memberikan arahan manajerial bahwa perusahaan seharusnya melakukan perbaikan secara kontinyu (continues improvement), sehingga tercegah produk cacat dan kecelakaan kerja serta timbul perbaikan kualitas secara bertahap. Untuk mengoptimalisasikan pencapaian sasaran individual, dibentuk kelompok karyawan (gugus kendali mutu) yang mengadakan pertemuan rutin yang membahas perbaikan kualitas produk dan keselamatan kerja. Arahan manajerial dari konsep-konsep tersebut adalah mencoba menyesuaikan pencapaian tujuan organisasi melalui maksimalisasi pencapaian tujuan individual karyawan (sumber daya manusia) organisasi atau perusahaan, secara bertahap dan berkelanjutan. Apabila setiap karyawan (sumber daya manusia) organisasi atau perusahaan berperilaku sesuai dengan arahan manajerial, maka tujuan organisasi atau perusahaan bisa tercapai secara bertahap dan berkelanjutan, karena setiap karyawan (sumber daya manusia) berperilaku sesuai dengan tujuan strategis organisasi atau perusahaan. Manajemen (pengelolaan) kinerja merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk menyelaraskan perilaku kerja karyawan dengan visi, missi, dan tujuan strategis organisasi atau perusahaan agar tujuan organisasi atau perusahaan tersebut tercapai secara efektif dan efisien secara bertahap dan kontinyu. Sistem manajemen kinerja ini berhubungan dengan berbagai praktik manajemen organisasi atau perusahaan tersebut, seperti praktik pelatihan dan pengembangan (training and development), praktik pemberian imbalan (compensation), praktik redesain pekerjaan (work redesign). Keputusan untuk menerapkan sistem manajemen kinerja adalah keputusan strategis, sehingga sangat wajar penerapan sistem manajemen kinerja tersebut sangat rumit, dan terkait dengan keunggulan strategis organisasi atau perusahaan.
| 2324.143 | 658.3 WID d | UPT Perpustakaan (600) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain