Text
Tradisi Ziarah Di Kelenteng Bahtera Bhakti Ancol Jakarta Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi tradisi Islam yang dilakukan di Kelenteng Ancol dengan kebudayaan Tionghoa, serta untuk mengetahui pengaruh tradisi Islam dalam kehidupan kebudayaan Tionghoa di Kelenteng Ancol. Kegiatan yang berkenaan dengan ziarah yang pengunjung lakukan, mulai dari tujuan dan motivasi peziarah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Sumber data dan informasi diperoleh dari proses wawancara dengan narasumber, dan sumber buku-buku yang sesuai dengan tema yang dibahas. Hasil dari penelitian ini adalah Kelenteng Ancol dibangun sebagai wujud dari rasa penghormatan umat Konghucu kepada Ibu Siti Wati dan suaminya 三宝水苏 Sānbǎo shuǐ sū (Sampo Soei Soe) yang beragama Islam. Masuknya tradisi ziarah ke kelenteng karena adanya pernikahan antara 三宝水苏 Sānbǎo shuǐ sū (Sampo Soei Soe) dan Ibu Siti Wati anak dari Mbah Said Areli. Mbah Said merupakan salah satu penyebar agama Islam di Nusantara yang berkelana dan berpindah-pindah tempat untuk menyebarkan Islam. Mbah Said Areli Datok Kembang dan Ibu Eneng ini merupakan orang tua dari Ibu Siti Wati istri dari juru masak Cheng Ho. Tradisi ziarah juga dikaitkan dengan makam Mbah Said Areli yang dianggap keramat dan sekaligus menjadi tempat pemujaan dan memohon sesuatu oleh sebagian orang Tionghoa maupun masyarakat non-Tionghoa (Muslim) sampai sekarang.
Dosen Pembimbing Dr. C. Dewi Hartati, S.S., M.Si.
| skr2324.478 | 203.5 CHA t | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain