Text
Makna Denotasi dan Konotasi Pada Kue Trandisional Jepang Wagashi Ditinjau Dari Teori Semiotika Roland Barthes
Wagashi merupakan makanan manis tradisional Jepang yang memiliki bentuk dan jenis yang beragam. Ada jenis wagashi yang dapat dihidangkan sepanjang tahun dan pada musim tertentu saja. Pada wagashi yang dihidangkan pada musim tertentu,
sering kali menggunakan bahan dasar yang sama tetapi memiliki visual yang berbeda sebagai bentuk representasi dari objek-objek yang ada pada musim tersebut. Salah satu contoh dari wagashi yang dapat muncul di berbagai musim dengan visual yang beragam adalah nerikiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotasi dan konotasi yang ada pada visual wagashi melalui Teori Semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan kualitatif dengan studi kepustakaan melalui buku, e-book, jurnal dan artikel. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya berbagai jenis kue tradisional wagashi yang merepresentasikan keempat musim. Representasi tersebut mengacu pada keindahan dari bentuk, motif dan warna. Makna denotasi dan konotasi yang ada pada visual wagashi sangatlah beragam. Setiap makna konotasi yang ada dipengaruhi oleh kehidupan masyarakat Jepang dan musim yang ada di
Jepang.
Dosen Pembimbing I : Zainur Fitri, M.Pd.,
Dosen Pembimbing II : Tia Martia, M.Si.,
| skr 2425.16 | 495.6 WUL m | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain