Perpustakaan Universitas Darma Persada

  • Beranda
  • Repository
  • News
  • About Us
    Library Profile Staff
  • Services
    Bebas Pustaka Check Turnitin Upload Mandiri E-Book Apps Ruang Baca Fakultas
  • Member Area
    Login Member Login Librarian
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Analisis penggunaan kata wake dalam percakapan bahasa Jepang

Text

Analisis penggunaan kata wake dalam percakapan bahasa Jepang""

MALIANA, Mina - Nama Orang;

Kata wake terbagr menjadi dua golongan yaitu, kata wake yang termasuk ke dalam kelas kata futsuu meishi(kata benda biasa) dan yang termasuk dalam kelas kata keishiki meishi (kata benda semu / formalitas). Kata wake sebagai keishiki meishi tidak dapat berdiri sendiri dan idak memiliki makna leksikal yang nyata.
Dalam percakapan, kata wake sebagai keishiki meishi yang berbentuk frase "wake dadesu", "wake de wa nai" "wake ga nai" dan "wake ni wa ikanai" digunakan untuk mengungkapkan perasaan atau pikiran pembicara sebagai tanggapan atas
pernyataan yang dikemukakan oleh lawan bicaranya. Frase "wake da/desu" dan "wake de wa nai" dapat digunakan dibelakang kata kerja, kata sifat (I dan II) dalam bentuk sekarang maupun bentuk lampau, serta dibelakang kata benda +da/datta (to iu). Frase "wake de wa nai" digunakan untuk menyangkal suatu pernyataan yang disebutkan sebelumnya ataupun pernyataan yang disebutkan sesudahnya. Kata yang diikuti oleh frase "wake de wa nai" ini akan berarti bukan berarti -atau bukannya , sehingga kalimat yang mengandung frase ini, apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia akan selalu berbentuk 'meskipun - bukan berati.
Frase "wake ga nai digunakan untuk menyatakan ketidakmungkinan Kata yang berada didepannya tidak_bisa dalam bentuk lampau.Frase "wake ni wa ikanai" yang berada dibelakang kata kerja bentuk kamus atau bentuk-te iru mengandung arti tidak bisa melakukan apa yang disebutkan oeh kata yang berada didepannya, karena alasan tertentu.
Kata kerja bentuk-nai yang diikuti oleh frase "wake ni wa ikanai" mengandung pengertian harus melakukan apa yang disebutkan kata itu. Jadi, kata kerja bentuk-nai yang diikuti oleh frase "wake ni wa ikanai" menyatakan bahwa suatu pekerjaan harus dilakukan. Dengan kata lain, frase ini menunjukkan bahwa karena suatu alasan, pekerjaan itu menjadi suatu kewajiban.
(Dosen Pembimbing : (Dra. Yuliasih Ibrahim)


Ketersediaan
skr00095495.6 MAL aTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
495.6 MAL a
Penerbit
Jakarta : Unsada., 1999
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
495.6
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
BAHASA JEPANG
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
MALIANA, Mina
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Darma Persada
  • Informasi
  • Online Services
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Universitas Darma Persada didirikan oleh Pimpinan Universitas Darma Persada berserta kepala perpustakaan Drs. Sugiarto Dakung pada tanggal 1 Agustus 1986 yang terletak di Gedung Rektorat Lantai 3

Cari

© 2026 — Perpustakaan Universitas Darma Persada

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik