Text
Analisis Aspek Perfektif Bahasa Jepang Pada Bentuk
Bentuk CZ 'te iru' dan t 'te ita' memiliki dua makna yaitu dan makna dasar makna turunan. Dalam penelitian ini penulis menganalisis tentang makna perfektif yang merupakan salah satu ragam dari pada makna turunannya. Bagi pembelajar bahasa Jepang untuk dapat membedakan istilah dan perfect hal lampau merupakan yang sulit. Analisis dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari novel dan cerita anak-anak berbahasa Jepang. Lalu diklasifikasikan lagi menjadi tiga bagian yaitu id (kako paafekuto), (genzai paafekuto) dan (mirai paafekuto). Dari basil analisis didapat bahwa di dalam kalimat perfektif selalu terdapat tiga titik waktu yaitu waktu referensi (RT), waktu terjadinya peristiwa (ET) dan waktu terjadinya ujaran (ST). Selain itu perfektifterdiri dari unsur aspek kanseisei dan kouryoku no jizolcu dan juga dibentuk oleh unsur kala senkousei. RT baik berupa anak kalimat maupun kalimat tunggal merupakan sebuah titik waktu yang terdapat sesaat sebelum ET. Sedangkan ET adalah sebuah titik waktu yang mengandung dua unsur aspek sekaligus yaitu kanseisei dan kouryoku no jizolcu. Oleh karena itu bentuk Z 'te iru' dan vt 'te ita' yang memiliki makna perfektif, bukan memiliki makna berkelanjutan melainkan menjelaskan tentang keadaan dimana terdapat waktu referensi yang merupakan rangkaian dari peristiwa sebelumnya yang telah terealisasi dan meninggalkan efek.
(Pembimbig : Hari setiawan)
| skr1976 | 495.6 DEW a | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain