Text
Kelenteng Sian Jin Ku Po Di Tanjungpura Karawang
Kelenteng adalah tempat ibadah masyarakat Tionghoa dan juga masyarakat pribumi yang menganut gabungan ketiga ajaran agama atau (Sam Kaw/San Jiao) atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama Tridharma. Kelenteng Sian Jin Ku Po ini berdiri sekitar tahun 1700. Kelenteng Sian Jin Ku Po memiliki sembilan altar dewa yang dipuja, antara lain : altar Tuhan Yang Maha Esa; altar San Guan Da Di; altar Men Shen; altar Sian Jin Ku Po; altar Tu Di Gong; altar Sakyamuni Budha; altar Guan Shi Yin Pu Sa; altar Yu Shen; dan altar Fu De Zheng Shen. Kelenteng Sian Jin Ku Po juga memiliki legenda yang cukup menarik. Legenda itu adalah pada sekitar abad ke 17 Masehi di Tiongkok terdapat tiga keluarga yang bermarga Lauw, Tjiong / Chang, dan Khouw. Keluarga ketiga narga ini adalah seorang pedagang di bidang basil bumi yang berupa rempah-rempah. Suatu hari ketika mereka berlayar menyelusuri sungai kuning / Huang He untuk mencari rempah - rempah di tengah perjalanan keluarga ketiga marga tersebut bertemu dengan seorang gadis kecil. Gadis kecil itu memberitaukan mereka untuk tidak melanjutkan perjalanannya, karena akan ada badai dilaut yang mereka tuju. Mereka tidak mempercayai perkataan gadis kecil it, sesampainya mereka dilautan terjadilah badai. Sampai suatu hari salah satu dari keluarga ini yang bermarga Khouw bermimpi bertemu dengan gadis kecil itu dan gadis kecil itu mengaku bermarga Ku dan gadis kecil itu mengatakan bahwa la akan selalu melindungi aan mendampingi dalam pelayaran keluarga ketiga marga ini.Untuk menyatakan rasa terima kasihnya, maka keluarga ketiga marga ini membuat sebuah Hiolo dari btu gunung yang berwara hitam yang di kiri dan kanan atasnya diberi tonjolan batu yang berbentuk kepala kura-kura. Hiolo inilah yang sekarang berada di altar Sian Jin Ku Po.
(Pembimbing : C. Dewi Hartati)
| skr01173 | 726.143 SUR k | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain