Text
Gedung candra naya
Gedung Candra Naya sebagai gedung kuno berarsitektur Tionghoa
adalah satu-satunya bangunan kuno terlengkap yang masih tersisa di Indonesia. Pemiliknya dahulu adalah seorang opsir Tionghoa yang menjabat sebagai Mayor Tionghoa terakhir di Batavia. Keindahan Gedung Candra Naya yang masih tersisa ini pernah terganggu karena adanya wacana oleh PSMTI agar Gedung Candra Naya dipindahkan ke museum Budaya Tionghoa di Taman Mini Indonesia lndah. Pemindahan tersebut rupanya ditolak oleh sebagian kelompok masyarakat yang memperhatikan keberadaan gedung tua di Jakarta, khususnya Gedung Candra Naya. Mereka beranggapan bahwa dengan dipindahkannya Gedung Candra Naya maka ikut tercabut pula roh yang terkandung di dalam bangunan tersebut. Selain itu, pemindahan Gedung Candra Naya sama saja dengan melanggar aturan. Telah menjadi kewajiban bagi warga Jakarta khususnya warga keturunan Tionghoa dan pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga dan melestarikannya seperti halnya membentuk suatu perkumpulan atau semacam yayasan yang peduli pada Gedung Candra Naya karena Gedung candra Naya yang memiliki nilai historis yang tinggi. Gedung Candra Naya yang merupakan peninggalan berarsitektur Tionghoa kuno terlengkap juga merupakan landmark atau ciri khas Pecinan Glodok.
(Pembimbing : Prof. Gondomono, PhD)
| skr01806 | 720 MUR g | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain