Text
Kajian Teoritis Sistem Kompresi Uap Berpendingin Air
Refrigeran sintetik mempunyai karekteristik dan sifat tidak berbau. tidak beracun dan mudah diperoleh sehingga harganya murah. Refrigeran sintetik yang langsung mendominasi pasaran baru-baru ini diketahui memiliki sifat merusak lingkungan terutama yang mengandung senyawa CFC seperti R-12 dan R-13. Kesadaran akan kelestarian lingkungan inilah yang akhimya membuat refrigcran hidrokarbon kembali digunakan. Refrigeran hidrokarbon memiliki sifat tidak merusak lingkungan tetapi mempunyai kelemahan yaitu sifatnya yang mudah tcrbakar, namun dengan perkembangan teknologi hal ini dapat diatasi. Salah satu solusi untuk menjaga keamanan sistem refrigerasi yang menggunakan rcfrigeran hidrokarbon adalah dengan cara membuat refrigeran tidak berhubungan langsung dengan ruang yang akan dikondisikan. Refrigeran digunakan untuk mendinginkan air (refrigeran sckunder) sehingga mencapai temperatur tertentu, kemudian refrigeran sekunder tersebut dialirkan ke koil-koil pcndingin yang berada didalam ruangan ( fan coil unit ). Hasil dari penggunakan refrigeran hidrokarbon type 22 (HCR 22) ini adalah COP yang menpunyai kecenderungan naik oleh karena kenaikan temperatur keluar evaporator (TI). Dimana pada temperatur keluarevaporator (TI) 16,°C COP-nya masing-masing adalah sebesar 18,1, 13,5, 10,3, 8,3 dan 6,8 . Data tersebut diambil pada nilai temperatur kondensor 30C, 35C, 40C, 45C, 50C.
Dosen Pembimbing : Dr.Aep Saepul Uyun,STP,MEng
| skrftm1112.011 | 621.51 KUR k | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain