Perpustakaan Universitas Darma Persada

  • Beranda
  • Repository
  • News
  • About Us
    Library Profile Staff
  • Services
    Bebas Pustaka Check Turnitin Upload Mandiri E-Book Apps Ruang Baca Fakultas
  • Member Area
    Login Member Login Librarian
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Sistem Penanggalan Tradisional Masyarakat Cina

Text

Sistem Penanggalan Tradisional Masyarakat Cina

PANJAITAN, Sumbersih - Nama Orang;

Cina menggunakan kalcnder gregorian hanya untuk menentukan kegiaan
sehari-hari, sedangkan untuk hari libur tradisional Cina, masyarakat menggunakan kalender lunar. Sistem penanggalan lunar sangat erat kaitannya dengan perubahan musim yang terjadi di Cina, khususnya perubahan dari musim dingin ke musim semi. Sistem ini juga dikenal sebagai kalender petani atau nong li. Tahun lunar terdiri dari 12 bulan dan priode ini berakhir masing-masing setelah lebih dari 29,5 hari. Untuk membuat agar jumlah hari pada setiap bulan menjadi hari penuh atau utuh maka dalam satu tahun terdapat enam bulan kecil yang masing-masing terdiri dari 29 hari dan enam bulan besar yang masing-masing 30
hari. Jumlah keseluruhan dalam satu tahun menjadi 354 hari. Beberapa tahun akan terdiri dari bulan besar dan lima bulan kecil sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 355 hari, bahkan sering juga terjadi tujuh bulan kecil dan lima bulan
besar sehingga jumlah keseluruhannya 353 hari. Penanggalan imlek didasarkan atas gabungan perhitungan peredaran balan
dan peredaran bumi mengelilingi matahari, inilah yang membedakan sisten penanggalan Cina dengan kalender masehi yang berdasarkan matahari.Penambanan run yue juga diperhitungkan agar tahun baru imlek jatuh ketika bulan sabit terbit setelah matahari memasuki aquarius, yaitu antara tanggal 2l Januari dan
20 Februari selama tahun dari 1645 hingga 2644. Hal tersebut
bisa terjadi karena sistem penanggalan Cina merupakan sistem
Lunisolar yang mengabungkan siklus matahari dan siklus bulan. Sehingga jika diperhaikan tahun baru imlek selalu bersekitar diantara tanggal 2I Januari dan 20 Februari. Siklus tanunan dan kurun solar dan solar erat kaitannya dengan perubahan alam, sehingga kurun waktu sangat berguna bagi para petani, dan memberi petunjuk tentang waktu yang bark untuk menanam dan untuk memanen. Masyarakat keturunan Cina di Indonesia sebagian besar tidak tahu dan tidak bisa menggunakan sistem penanggalan tradisional cina karena sebagian besar telah menggunakan kalender masehi untuk kegiatan sehari-hari maupun Perayaan tradisional.
(Pembimbing : Prof. Gondomono, PhD)


Ketersediaan
skr01543529.309 51 PAN sTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
529.309 51 PAN s
Penerbit
Jakarta : Unsada., 2009
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
PANJAITAN, Sumbersih
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Sistem Penanggalan Tradisional Masyarakat Cina
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Darma Persada
  • Informasi
  • Online Services
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Universitas Darma Persada didirikan oleh Pimpinan Universitas Darma Persada berserta kepala perpustakaan Drs. Sugiarto Dakung pada tanggal 1 Agustus 1986 yang terletak di Gedung Rektorat Lantai 3

Cari

© 2026 — Perpustakaan Universitas Darma Persada

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik