Text
Tinjauan Historis Cerpen Menempa Pedang (Zhujian) Karya Lu Xun
Penulis sangat setuju dengan apa yang dikatakan Nio Joelan dalam bukunya yang berjudul Sastra China sepintas lalu. Ia mengatakan sastra sebagai sejarah yang diromanisasikan. Karena, sebuah karya sastra adalah pencerminan segala apa yang berada dalam lubuk hati manusia. Tiap novel merupakan semacam pencatatan sejarah dengan hanya beberapa anggota masyarakat sebagai tokohnya. Tiap lisan merupakan suatu konsepsi penciptanya mengenai dunianya. 1 Dengan membaca suatu karya sastra, secara tidak langsung telah memasuki dunia dan pemikiran sang pengarang tersebut. Selain "menikmati", kita juga disuguhi kejadian yang dialami oleh pengarang tersebut. Nio Joelan juga mengatakan, berarti kita telah mempelajari keadaan si pengarang atau orang-orang dalam tokoh itu. Dalam hal ini, membaca novel bertaraf sama dengan membuat studi. Studi mengenai keadaan masyarakat sebagaimana yang dibayangkan oleh seorang penulis. Atau studi mengenai perasaan sebagaimana yang dikristalisasikan dalam sajak-sajak penyair. Pengarang pada hakekatnya adalah seorang yang merespon lingkungan sosial budayanya dengan upaya menciptakan keseimbangan baru. 3 Oleh karena itu, ketika menganalisis karya sastra, dibutuhkan data-data sastra sebagai data yang empirik dan keterkaitannya dengan fenomena sosial lainnya, seperti pemahaman budaya, sejarah, peradaban, keyakinan, dan lain sebagainya
(Pembimbing : C. Dewi Hartati)
| skr01545 | 809 JAN t | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain