Text
Analisis unsur intrinsik cerpen Cheng Huansheng ke kota chen huansheng karya Gao Xiaosheng
Banyak kritikus sastra sejak Plato mengakui bahwa kesusastraan pada hakikatnya bersifat sosial. Sastra dianggap mempunyai sebab-sebab, muatan, atau akibat-akibat sosial tertentu. Dalam pandangan ini, kesusastraan bisa dilihat sebagai produk sosial, cermin sosial, atau tindak sosial. Sebuah karya sastra, apakah maksudnya untuk memberi dukungan/pujian atau kritik/teguran pada seorang pemimpin atau pemegang kekuasaan, ditulis dengan dasar anggapan bahwa karya tersebut harus berkaitan dengan masalah masalah sosial-politik dengan demikian dapat berlaku sebagai dukungan dan pujian terhadap kekuasaan politik dilihat dari sudut pandang penguasa, atau berlaku sebagai kritik dan teguran dilihat dari sudut pandang masyarakat. Dalam sejarah kesusastraan Cina, perkembangan kesusastraan Cina secara umum terbagi menjadi tiga, yaitu kesastraan klasik/kuno, kesusastraan modern, dan kesusastraan kontemporer. Kesusastraan klasik berkembang pada masa dinastian sampai tahun 1919. Kesusastraan modem berkembang dari tahun 1919 sampai tahun 1949, Kesusastraan kontemporer berkembang sejak Republik Rakyat Cina berdiri pada tahun 1949 sampai sekarang.
Pembimbing : Aprilliya Dwi Prn
| skr1516a.78 | 895.1 DAN a | UPT Perpustakaan (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain