Text
Masa depan Hongkong pasca pengembalian dalam satu negara dua sistem
Dalam kasus pengambi-alihan Hongkong, Cina berusaha untuk menjadi warga internasional yang terhormat dan dihormati di dunia dan supaya mendapat kepercayaan dari rakyat Taiwan untuk mendapat memperoleh haknya atas kedaulatan Taiwan, maka Cina harus meyakinkan bahwa Hongkong akan terus kaya dan berjaya dibawah kekuasaanya. Oleh sebab itu, Cina memberikan prinsip " One Country Two System " atau ( Satu Negara Dua Sistem ) kepada Hongkong. Seperti dalam pidato penyerahan kadaulatan yang dikemukakan Jiang Zemin bahwa Cina akan memberikan jaminan otonomi, menjamin kebebasan dan kemerdekaan rakyat Hongkong. Prinsip Yi Guo Liang Zhe sangat dihormati Cina. Dalam peryataan Jiang Zemin,"Kami tetap menjaga prinsip-prinsip satu negara dua sistem", dimana rakyat Hongkong memerintah wilayah sendiri
sesuai dengan tingkat otonomi yang tinggi. Cina akan menjadi pengawal hak-hak penduduk dan kemerdekaan sesuai dengan hukum.
Pembimbing : Priyanto Wiboworn
| skr00348 | 320 TRI m | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain