Text
PEMBERONTAKAN TAIPING PENGARUH AGAMA DALAM POLITIK
Pada perkembangannya, dengan dasar ajaran Kristen yang Xiuquan pelajari, ia mendirikan Perkumpulan Penyembah Tuhan. Perkumpulan ini pada awalnya adalah perkumpulan agama, tetapi kemudian berubah menjadi gerakan revolusi karena keadaan negara yang kacau pada saat itu. Gerakan revolusi ini dinamakan Taiping Tianguo (Kerajaan Surga Maha Damai) yang bertujuan untuk menghancurkan pemerintah Qing yang berkuasa pada saat itu. Perjalanan Taiping dalam merebut daerah-daerah dinasti Qing, dapat dikatakan cukup berhasil. Taiping berhasil menguasai sekitar 17 propinsi dan menjadikan Nanjing sebagai ibukota mereka. Ketidakkonsistenan Taiping adalah ketika mereka melarang pengikutnya untuk membaca ajaran Konghucu, tetapi mereka sendiri membacanya dan menjelaskan ajaran Kristiani dengan menggunakan istilah dalam ajaran Konghucu. Xiuquan percaya bahwa Tuhan akan menolongnya dalam menghadapi masalahnya dan ia tidak perlu melakukan apa-apa. Selanjutnya, kepemimpinan Xiuquan dalam menjalankan Taiping Tianguo dapat dikatakan cukup berhasil. la membuat sendiri peraturan-peraturan dalam pemerintahannya, seperti aturan keagamaan, sipil, budaya, militer, system kalender baru dan juga mencptakan Sistem Tanah Dinasti Sorga, (Tian Chao Tianmu Zhidu). Pergerakan revolusi Taiping merupakan pemberontakan terbesar dalam sejarah Tiongkok. Pemberontakan yang berlangsung selama kurang lebih 14 tahun (1851-1864), berhasil menguasai belasan propinsi, mengguncang pemerintahan Qing, dan negara asing.
(Pembimbing : Prof. Gondomono, Phd)
| skr01180 | 951 ERI p | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain