Text
Perkembangan Sistem Pendidikan Masyarakat Tionghoa Di Indonesia Dari Awal Abad XX Sampai Dengan Tahun 1975
Sekitar abad XVII, Jakarta Kota atau yang pada saat itu dikenal dengan sebutan Batavia merupakan wilayah yang menampung pendatang yang berasal dari berbagai wilayah, antara lain Eropa, Arab, India dan Cina. Pendatang dari Cina kebanyakan tidak membawa serta istri atau wanita-wanita dari Cina, sehingga terjadi ketidak seimbangan jumlah laki-laki dan wanita Cina. Keadaan ini menyebabkan banyak laki-laki Cina yang menikah dengan wanita dari salah satu suku di Indonesia. Perkawinan ini menghasilkan keturunan yang disebut sebagai Cina Peranakan.
(Pembimbing : Prof. Gondomono, Phd)
| skr01540 | 370.15 RAH p | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain