Text
Kebijakan Pemerintah Dan Pengaruhnya Terhadap Proses Pembauran Kelompok Etika Cina Di Indonesia
Kemajemukan yang ada di Indonesia, di satu sisi menjadi kekayaan bangsa. Namun, di sisi lain bisa menjadi benih-benih konflik yang dapat menjurus menjadi sikap diskriminatif satu kelompok mayoritas kepada kelompok etnik lain. Diskriminasi yang terjadi di Indonesia umumnya disebabkan oleh suku, ras, agama, dan antar golongan. Akar permasalahan diskriminasi terhadap kelompok etnik Cina akibat politik pemecah belah yang dijalankan pemerintah kolonial Belanda. Yang diterapkan Belanda pada masa pemerintahan kolonial saat itu,menghalangi hubungan erat antara Cina dengan orang pribumi terutama di bidang perdagangan. Orde Baru telah menjalankan kebijakan asmilasi total kepada kelompok etnik Cina di Indonesia. Dengan melakukan pengkotakan penduduk dan menciptakan perbedaan-perbedaan dalam kelompok masyarakat dalam mempertahankan kekuasaan rezim Orde Baru. Misalnya, perpedaan antara Jawa dan non-Jawa, muslim dan non-muslim, pribumi dan non-pribumi dan sebagainya. Dalam hal ini ditinjukkan untuk bukan hanya mendiskriminasikan kelompok etnik Cina sebagai kelompok yang bisa dijadikan kambing hitam. Tetapi, suku-suku lain di Indonesia yang dapat merusak persatuan bangsa secara keseluruhan. Golongan minoritas adalah golongan yang dalan cara-cara hidup, perekonomian atau dalam lain lain hal belum diintegrasikan dalam kehidupan masyarakat mayoritas. Perbedaan-perbedaan ini menyebabkan kedua golongan tak saling mengenalnya.
(Pembimbing : C. Dewi Hartati)
| skr01339 | 320 MEL k | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain