Text
TJONG AFIE ( 1860 - 1921) DAN PERANANNYA DALAM PEMBAURAN MASYARAKAT CINA - PRIBUMI DI MEDAN
Tjong Afie pada mulanya adalah seorang pelayan toke kelontong yang bermodalkan keuletan dan kepiawaian bergaul dan menjelma menjadi multimilioner pemilik perkebunan besar, bank dan berbagai usaha lainnya. Walapun ia orang Cina, namun tidak menutup dirinya untuk bergaul dengan orang pribumi. Ia melakukan pembauran dengan orang pribumi dengan cara pendekatan-pendekatan seperti memberikan sumbangan dan membantu orang yang kesusahan. Peranan Tjong Afie sangatlah besar demi kemajuan kota Medan. Dengan rekomendasi Sultan Deli, Tjong
Gemeenteraad Afie menjadi anggota (Dewan Kata) dan Cultuurrad (Dewan Kebudayaan) serta diangkat menjadi penasehat Belanda untuk urusan Cina. Tjong Afie juga menentang Ponale Sanctie, yaitu peraturan yang melindungi kepentingan para pemilik perkebunan. Apabila seorang buruh melarikan diri sebelum masa kontrak berakhir, maka ia dikejar atau ditangkap kemudian dikembalikan dijatuhi hukuman penjara.
Pembimbing : Edi Prabowo Witanto
| skr00402 | 307.095 1 MAL t | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain