Text
Kehidupan Etnis Minoritas Tibet Dan Perkawinan Di Tibet
Tibet mempunyai nama resmi dalam bahasa Mandarin yaitu Xizang Zizhiqu, dan nama internasionalnya adalah Tibet Autonomous
Region (TAR), secara singkat disebut Tibet. Kata "Tibet" berasal dari bahasa Sanskerta, Trivistapa, yang berarti "surga".Masyarakat Tibet kebanyakan hidup di daerah dataran tinggi dan pegunungan yang penuh salju. Petemakan merupakan pekerjaan utama di Tibet dimana terdapat padang rumput yang luas dan kaya akan sumber air. Kehidupan sosial dan adat istiadat Suku Tibet sangat dipengaruhi oleh sistem pemerintahan feodal, perbudakan selama berabad-abad ditambah dengan
kehidupan agama yang sangat religius. Seorang Tibet dikenal hanya dengan nama kecilnya dan bukan dengan nama keluarga. Setiap nama, mencerminkan jenis kelamin. Dalam masyarakat Tibet sebagian nama diambil dari kitab suci Buddha. Monogami adalah bentuk utama perkawinan. Hubungan perkawinan bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Selain monogami, ada bentuk perkawinan lainnya di Tibet yaitu po!iandri. Poliandri adalah sistem perkawinan yang membolehkan seorang perempuan mempunyai suami lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan. Dari mulai proses melamar hingga perkawinan, masyarakat Tibet selalu memberikan selendang "Hada". Hada adalah sebuah syal dengan motif putih salju yang terbuat dari benang atau sutera. Merupakan simbol kebaikkan dan rasa honnat serta dapat dipersembahkan pada setiap kesempatan pesta, kedatangan dan kepulangan tamu, dan lain sebagainya. Ada berbagai macam warna Hada, yaitu biru, putih, kuning, hijau, dan merah. Wama-warna tersebut menunjuk kepada langit, awan, tanah, sungai, dan Tuhan dalam isi Buddha Dharma.
(Pembimbing : Prof.Gondomono,Ph.D)
| skr1112.009 | 392.5 SUR k | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain