Text
Perayaan cioko di kleteng tek seng bio (de sheng miao) cikarang
Perayaan Cioko adalah salah satu tradisi perayaan dalam kebudayaan Tionghoa. Festival ini juga sering disebut sebagai "Sembahyang Rebutan". Perayaan Cioko pada pertengahan bulan tujuh diadakan perayaan dan sembahyang sebagai penghormatan kepada arwahÂ-arwah yang terlantar tersebut. Inti dari "sembahyang rebutan" ini sebenarnya adalah makanan yang disediakan untuk diperebutkan oleh mereka yang tidak mampu. Di dalam beberapa klenteng seperti klenteng Jin De Yuan di Jakarta makanan tersebut dibagi-bagikan. Berebut makanan persembahan sebenamya dipengaruhi oleh kepercayaan bahwa makanan itu sudah diberkati dalam sembahyang sebelumnya. Pengaruh Budhisme memang ada di dalam perayaan Cioko ini, yaitu dengan adanya kepercayaan tentang arwah-arwah kelaparan yang memang Ulambana
bersumber dari upacara di dalam Budhisme. Hikmah dari perayaan ini sebenamya adalah penghormatan kepada leluhur dan sedekah kepada kaum fakir miskin. Oleh karena itu, di beberapa klenteng ada tradisi sembahyang "rebutan", yang membagi-bagikan makanan setelah disembahyangi kepada para fakir miskin setelah penghormatan atau persembahyangannya selesai.
(Pembimbing : Prof.Gondomono,Ph.D)
| skr1112.010A | 370.951 NIN p | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain