Text
Perkawinan Ciotao Shangtou Diteluk Naga Tanggerang
Perkawinan merupakan salah satu peristiwa yang dianggap sangat penting dalam kehidupan manusia. Peristiwa ini menandai berakhirnya masa lajang seorang gadis dan seorang pemuda, dan menandai dimulainya masa berkeluarga. Sejak tahun 1981, usia untuk menikah di Negara Cina minimal adalah dua puluh satu tahun untuk pria dan dua puluh tahun untuk wanita.Masyarakat Cina percaya bahwa hidup mereka dilanjutkan oleh kehidupan anak- anak mereka, dengan demikian generasi leluhur tergantikan dengan generasi yang berikutnya. Kelanjutan dari sebuah keluarga adalah salah satu tanggung jawab terbesar bagi para generasi selanjutnya. Kegagalan dalam menghasilkan keturunan berarti bukan hanya berakhirnya garis keturunan, tetapi juga kematian dari seluruh generasi. Munculnya tanggung jawab mempunyai seorang istri dan anak--anak adalah sebuah tanda menuju kedewasaan. Pria yang berusia dua puluh lima tahun yang belum menikah dianggap seperti anak kecil, akan tetapi, pria yang berusia dua puluh tahun yang sudah menikah, dianggap seorang pria. Ketika orang-orang yang dianggap tua dari sebuah keluarga berkata kepada seorang Pemuda: "Kamu telah berumur lebih dari dua puluh tahun, sudah waktunya bagimu untuk menikah dan bekerja." Wejangan tersebut tidak diucapkan sembarangan. Pemuda tersebut menyadari bahwa itu adalah sebuah peringatan. Tekanan untuk menikah dan bekerja selalu menjadi satu, untuk pernikahan dianggap prioritas pertama dibandingkan bekerja
(Pembimbing : C . Dewi H)
| skr00379 | 291.441 ANG p | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain