Text
Perayaan Zong Yuan Di Pulau Bangka
Perayaan Zhong Yuan atau lebih dikenal dengan sembahyang rebutan masih dilakukan, bahkan di beberapa kelenteng besar di Pulau Bangka mereka masih membuat patung Raja Setan (Thaiseja) dan kemudiar membakarnya. Di Singapura perayaan Zhong Yuan dikenal dengan sebutan E Gui Jie, sedangkan di Indonesia dikenal dengan sebutan Cioko, di Bangka perayaan Zhong Yuan dikenal dengan sebutan Qi Yue Ban atau "Sembayang Rebutan". Selama bulan tujuh penanggalan Tionghoa di Tiongkok dan Taiwan banyak pantangan yang tidak boleh dilakukan oleh orang Tionghoa seperti melakukan pernikahan, pertunangan, pindah rumah dan membuka usaha baru. Sedangkan di Indonesia tidak ada larangan untuk melakukan perikahan, pertunangan, pindah rumah atau membuka usaha baru. Penduduk Tionghoa di Pulau Bangka yang mengaku menganut ajaran Konghucu, pada dasarnya mereka menganut ajaran Tao. Semua ini dapat dilihat dari perayaan hari-hari raya Tiongkok di Pulau Bangka yang pada dasarnya merupakan ajaran Tao tetapi penduduk Tionghoa di Pulau Bangka menganggap semua itu merupakan ajaran Konghucu. Kemungkinan adanya kerancuan antara satu generasi ke generasi seterusnya.
(Pembimbing : Prof. Gondomono, Phd)
| skr01186 | 394.2 LEO p | UPT Perpustakaan | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain