Text
Friedrich Nietzsche
Nietzsche juga dikenal sebagai "sang pembunuh Tuhan", Ia memprovokasi dan mengkritik kebudayaan Barat di zamannya (dengan peninjauan ulang semua nilai dan tradisi atau Umwertung aller Werten) yang sebagian besar dipengaruhi oleh pemikiran Plato dan tradisi kekristenan (keduanya mengacu kepada paradigma kehidupan setelah kematian, sehingga menurutnya anti dan pesimis terhadap kehidupan). Walaupun demikian dengan kematian Tuhan berikut paradigma kehidupan setelah kematian tersebut, filosofi Nietzsche tidak menjadi sebuah filosofi nihilisme. Justru sebaliknya yaitu sebuah filosofi untuk menaklukan nihilisme1 (Überwindung der Nihilismus) dengan mencintai utuh kehidupan (Lebensbejahung) dan memposisikan manusia sebagai manusia purna Übermensch dengan kehendak untuk berkuasa (der Wille zur Macht).
Nietzsche adalah filsafat cara memandang 'kebenaran' atau dikenal dengan istilah filsafat perspektivisme.[43] Ia meyakini bahwa manusia tidak dapat menjadi kreatif, tabah atau mencintai sesuatu jika tidak mampu untuk mengamati dan mempercayai sesuatu selain diri mereka sendiri. Manusia hanya dapat memilik persepsi jika mampu membuat kesalahan. Ia memberikan perumpamaan bahwa sebuah bintang yang menari tidak akan dapat tercipta jika manusia tidak memiliki kekacauan di dalam dirinya sendiri.
| 1516.1076 | 800 JAC f | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain