Text
Media komunikasi kebudayaan : suatu pengantar global
Buku ini dengan gaya dan tinjauannya yang multi-disiplin, membuka perspektif yang lebih optimistik tentang realitas media dalam kancah komunikasi dan budaya yang kini kian mengglobal. Jadi amat berbeda dengan pandangan kaum pesimistik, yang berpendapat bahwa lantaran pusat-pusat informasi media secara hegemonistik telah "diamankan" oleh penguasa, budaya dominan dan para pemodal kuat, maka tidak ada lagi yang tersisa bagi rakyat banyak kecuali kepasifan dan kebodohan. James Lull, penulis buku ini, tidak menyangkal pendapat pesimis itu,
namun ia menyibak fakta lain yang lebih kuat, bahwa dalam media yang telah terko-optasi dan terkena sensor seketat apapun, tetap ada ruang- ruang kosong yang mampu diisi oleh "khalayak yang aktif", sebab yang namanya kreativitas, keberanian, idealisme adalah konstitutif dalam diri manusia dan takkan pernah mati. Informasi yang kering dan "resmi", bahkan yang penuh kebohongan sekalipun tetap dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang kritis lewat "pembelokan, plesetan, dan negasi".
Juga tak boleh dilupakan, dalam media itu, tetap selalu hadir banyak pekerja yang idealis, yang menginginkan "segala sesuatu menjadi lebih baik dan lebih adil." Dan yang terpenting, kodrat media itu sendiri- yang meski telah dikuasai budaya dominan ternyata tidak monolitik, dan wajib tunduk pada permintaan pasar akan informasi yang "cerdas dan benar."
| 0102.710 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain