Text
Yang perkasa yang tertindas : potret hidup perempuan Asmat
Jaminan kesehatan dan gizi yang kurang baik menyebabkan Frederikus sakit-sakitan. Adriani tahu jika kematian bayi dan anak selalu terjadi di kampung ini. Perempuan muda itu ketakutan. Lengkaplah sudah penderitaan hidupnya. la tak lagi banyak berkata-kata. Tubuh kurus, tulang menonjol, wajah muram, dan mata sayunya, sudah cukup menggambarkan jika ia tak mampu menanggung beban hidup ini seorang diri.
Air mata menetes ketika para ibu menceritakan kekerasan yang dilakukan kaum laki-laki dalam keluarganya. Betapa buruk perlakuan yang mereka alami, ada istri yang dianiaya sampai mati, dibakar api, dipukul dengan kapak atau dayung, diikat dan tidak diberi makan, dilarang keluar rumah tanpa disertai suami. Bahkan ada seorang bidan desa yang harus memberikan gaji setiap bulan kepada suaminya, bila tidak, ia akan dipukuli hingga kesakitan
| 0405.612 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain